Brian

My Life, My Love dan My journey22 August 2009 12:16 pm

In the name of Allah, the most Gracious Most Merciful
I would like to take this opportunity to wish all my Muslim friends and families “Happy Fasting” in this Holy month of Ramadhan.
I wish and pray that we all will manage to fast and keep up the prayers :D

Untuk sahaya, puasa kali ini sepertinya harus di rantau lagi, sahur, puasa, dan berbuka sendiri.
Dan hari pertama sahaya sukses tidak sahur. eheh…
Mari mari kita nikmati puasa Ramadhan ini :D

My Life, My Love dan My journey14 August 2009 7:35 am


I was very impressed by this superhero kind of movie; not necessarily the plot or the story of the entire movie. It was an action movie, so why bother the story too much. I was just enjoying the silat fighting in it. They have action sequences that leave me gasping and squirming in my seat. Better than Jackie Chan’s movies. All hail to the film’s fight coordinator.

Then talking about the story, I am quite familiar with the tradition of Merantau. I am a Minang-nese myself, a young man from West Sumatra who leaves his village to fulfill the coming-of-age rite of passage, Merantau. Here’s an old related post about merantau. Well I am not trying to relate myself with the furious Yuda on the screen. I am nothing like him of course, the Silat Harimau and stuffs. I was raised mostly influenced by modern era, thus I master Karate, a Japanese martial art that I practiced for years and still no good in it rather than Silat, the tradional one.

Being raised in the “modernization”, still I find it implausible that Yuda decides to trespass on a construction site to stay nights when he could look for a nearby mosque. I surely know that in kampuang (village) in Minangkabau, males have been raised with religious neighborhood. Males are even sometimes being asked to leave house just to stay in the mosque deepening the religious and cultural material. In the earlier scenes, it was also shown that Yuda and his family are religious. So I just don’t get it why Yuda leaves all his religious way of thinking in Jakarta.

Aside from that one there are also some more scenes bringing more questions to me, such: why the hell the blood are pink on their shirts; how Yuda manages to beat all of them without catching his breathe; why there were shooting in the lift, … so on and so forth. But I think I will keep it for myself. As I told you earlier, this is an action movie, he?! Why bother the story too much ;)
Just enjoy the fun

My Life, My Love dan My journey7 August 2009 3:34 am

I can’t concentrate.
This presentation slide that I have been working at for the last couple of days is still having no progress.
I am having new project next week but I still haven’t prepared any documentation yet.
I can’t think, I can’t read. I also haven’t finished any book yet.
My body is here but my soul is not.

This is so sick, man.

Where have all the spirits gone?

Something is wrong.

Shite

I don’t get it.

My Life, My Love dan My journey6 August 2009 11:25 am

Ini cerita udah lewat beberapa hari yang lalu. Hari itu biasa aja. Hari kerja, cuman besok nya libur, karena mo berangkat outing cerita nya.

Sudah jam 6 sore. Gw masih di kantor. Masih ada juga beberapa orang di meja masing-masing. Tapi secara umum lantai 8 ini udah sepi dan masih dingin karena hembusan AC plus siraman hujan. Dan pergilah gw ke toilet untuk pipis lanjut sholat maghrib.

Pas jalan keluar ruangan pun juga masih biasa aja, di lorong ke toilet juga belum terjadi apa-apa, lalu pas buka pintu toilet; masyaAllah bau nyaaaaaaaaaaa… (huruf a nya masih kurang banyak sebenarnya.. *lebay) pesing gilo! Biasanya tak begini. Abis makan apa tha orang-orang aneh gini bau kencing nyo?!
Tak tahan gw langsung keluar lagi. Tapi masalah belum selesai. Kebelet tho yo, mesti pipis. Dilema jadinya.

Lalu tiba-tiba setan idiot berbisik “ayo kencing di toilet wanita saja, itu pintunya di sebelah, sudah malam, sudah sepi.. hayo sana”. Dan tiba-tiba juga gw jadi lebih idiot dari setan idiot itu dengan mengiyakan bisikan maut itu. Maka masuklah ke toilet wanita… untuk pertama kali dalam hidup ini.

Pengalaman legendaris… tak pernah sebelumnya gw masuk toilet wanita, this is a place where not all real men have gone before.

Ternyata di dalam nya ASYIK :D .
Warna dominan nya pink, ada wastafel, ada tempat ee’, ada… apa lagi ya?!
umm, oke ralat…
ternyata di dalam nya BIASA AJA…
Warna dominan nya pink, ada wastafel dan ada tempat ee’ di 3 bilik. That’s it.
Gw bingung kenapa kadang cewecewe di kantor kalo ke toilet suka rame-rame. Apa sih yang dicari di dalam toilet BIASA AJA begini.

Memang ada satu perbedaan mencolok dengan toilet laki-laki, yaitu kebersihan nya. Di sini bau nya harum, lantai nya juga bersih, kering. Kalo di toilet cowo kan kadang becek, plus yang paling bikin naik darah adalah orang yang pipis di tempat pipis (apa sih namanya ini? tempat pipis yang nempel ke dinding itu? tau kan?) pipisnya berantakan. Pada bececeran di lantai. Jorok pisan.

Maka dengan melihat tempat bersih seperti itu semangat pipis gw pun bangkit kembali. Gw langsung masuk ke bilik tempat ee’ dan (maaf) kencing berdiri.

Tiba-tiba waktu gw lagi pipis ada suara sepatu masuk toilet. Lalu terdengar suara wanita-wanita. Gw kaget! Asem, mana gw masih pipis. Sambil tangan gw masih memegang sesuatu yang ukuran nya cukup lumayan itu (halah pesan sponsor) gw berusaha menutup pintu bilik. Alhasil pipis gw sukses bececeran menodai lantai kering.

Selesai pipis gw bimbang, keluar gak ya. Tapi daripada bikin kehebohan gw tungguin aja. Semenit… dua menit… tiga menit… lima menit… asem, kok lama?! Cewe-cewe itu masih kedengeran suara nya.
Setelah hampir tertidur akhir nya terdengar juga suara pintu tertutup. Yes, keluar juga mereka akhirnya. Gw pun menyelinap keluar bilik. Dan ternyata.. Jeng jeng!!! Ternyata masih ada satu.
Hening…
krik krik…
krik krik…

tanpa aba-aba dia teriak …
gw masih pura-pura bego, bingung antara mau berlagak jadi banci atau menyatu dengan pintu.

akhirnya gw cuma bengong.

Jadi gini ya, sebenarnya di toilet cowo gw juga kadang-kadang suka ngelihat ada cewe. Tapi bedanya dia pake masker dan pegang tangkai pel.
Gw jadi bertanya-tanya apakah kalau ada cowo pakai masker dan pegang tangkai pel di dalam toilet cewe akan tetap diteriaki?

D’oh! gw bingung dari sekian banyak kejadian di hidup gw beberapa waktu terakhir kok gw malah nulis yang tentang ginian ya?! Bukannya cari apa gitu yang lebih bermanfaat. Ra mutu emang kowe, Bul!