Brian

My Life, My Love dan My journey26 April 2009 4:34 am

… I have to put first things first

My Life, My Love dan My journey15 April 2009 11:53 am


Love Don Henley and The Eagles :)


I got the call today, I didn’t wanna hear
But I knew that it would come
An old true friend of ours was talkin’ on the phone
She said you found someone

And I thought of all the bad luck,
And all the struggles we went through
How I lost me and you lost you
What are these voices outside love’s open door
Make us throw off our contentment
And beg for something more?

Reff:
I’ve been learning to live without you now
But I miss you sometimes
The more I know, the less I understand
All the things I thought I knew, I’m learning them again
I’ve been tryin’ to get down to the Heart of the Matter
But my will gets weak
And my thoughts seem to scatter
But I think it’s about forgiveness
Forgiveness
Even if, even if you don’t love me anymore

These times are so uncertain
There’s a yearning undefined
And people filled with rage
We all need a little tenderness
How can love survive in such a graceless age

And the trust and self-assurance that lead to happiness
They’re the very things we kill, I guess
Pride and competition cannot fill these empty arms
And the work they put between us,
You know it doesn’t keep us warm

Back to Reff

All the people in your life who’ve come and gone
They let you down, you know they hurt your pride
Better put it all behind you; cause life goes on
You keep carrin’ that anger, it’ll eat you up inside

I wanna be happily everafter
And my heart is so shattered
But I know it’s about forgiveness
Forgiveness
Even if, even if you don’t love me anymore

I’ve been tryin’ to get down to the Heart of the Matter
Because the flesh will get weak
And the ashes will scatter
So I’m thinkin’ about forgiveness
Forgiveness
Even if you don’t love me anymore

My Life, My Love dan My journey13 April 2009 11:41 am

alah makan?
alah mandi?
lalok lah lai…
jago lah lai…
antah heh! lalok ka lalok se karajo
alah sembayang?
jago lah katiko adzan subuah tu
kamehan lah rumah ko ha
kamehan kain di sampiang, hari ka hujan

Ungkapan khas nenek umi waktu aku masih tinggal bersama nya. Kadang semua ucapan nenek terdengar begitu mengesalkan buat ku karena mengganggu keasyikan ku membaca komik Dragon Ball atau menonton Ksatria Baja Hitam di RCTI.
Sekali-kali kau bisa dengar aku berdecak kesal.. “ck.. ah!”
Cukup pelan aku yakin, tak akan terdengar oleh nenek. Tentu saja aku tak mau dianggap anak durhaka oleh nenek karena berdecak kesal pada nya.

Ingat betul aku waktu itu kelas 3 SD, di rumah di Suka Berenang. Setelah berkelahi dengan si uda, aku menangis meraung-raung. Nenek berusaha menenangkan ku, memegang kedua tangan ku dari depan, seakan-akan ingin berkata “jadi laki-laki jangan cengeng”. Aku meronta-ronta, menangis semakin jadi, tanpa kusadari kaki ku naik menendang nenek. Tidak keras memang, tapi sudah sangat sangat keras untuk menyakiti hati nenek. Ampuni ya Tuhan.. cucu durhaka macam apa yang telah dibesarkan nya ini.
Itu pertama aku melihat nenek menangis.

Kemarin siang aku ke tempat nenek. Nenek sudah 3 hari susah makan, kata tante. Tidur nya pun gak bangun-bangun. Aku duduk di samping nenek yang tertidur. Biasanya begitu jemari tangan nya kugenggam nenek akan balas menggenggam kuat, sangat kuat, sambil membuka mata nya melihat kepada ku.
Kadang nenek bercerita tentang orang-orang atau kejadian apa yang entah aku sedikitpun tak mengerti.
Tapi kemarin tidak.
Tangan nenek lemas. matanya terus terpejam. Kubelai-belai kepalanya, ku kecup keningnya, sambil ku bisikkan kata-kata ke telinga nya, tetap tak ada respons.
Tak satu kata pun, tak sekedip pun nenek membuka mata. Hanya nafas nenek yang terdengar berat.

Entah kenapa aku menangis.

Nenek sudah lupa sama aku beberapa bulan terakhir. Pikun mungkin. Kadang nenek bertanya “sia ko?’ kadang nenek cuma melihat dengan tatapan orang asing. Aku pun terbiasa bercerita tentang diriku pada nenek. tak mengapa kataku. sedih, tapi tak mengapa. aku makin sayang malahan.

Kemarin aku sudah siap mau bercerita lagi sama nenek. Tapi nenek sepertinya tidak siap.
ah, bodo’ ah. aku tetap mau cerita. “nek ko ian nek, cucu nenek. lai takana dek nenek?”
dan biasanya nenek akan merespon “oo, iyo.. bilo tibo? lah lamo di siko?”
Tapi kemarin nenek tetap diam…

diam-diam aku menangis lagi.

Aku tatap wajah nenek yang semakin kurus.. aku lihat diantara kelopak mata nya yang tertutup, terdapat genangan air mata…
Aku rasa nenek menangis..
Untuk kedua kali nya… di depan aku..

Sore menjelang magrib, di pangkuan aku dan si uda, sambil disuapi tante, nenek dipanggil Allah.

Innalillahi wa inna ilaihirajiun..

Selamat Jalan Nenek.
Ampuni aku, nek.
Cucu nenek ini akan berusaha agar doa nya untuk nenek bisa diterima.

My Life, My Love dan My journey8 April 2009 4:54 am

My killer forehand

My effective backhand

oh, I miss the good game… :(

My Life, My Love dan My journey2 April 2009 10:39 am

proyek anak kampus gw

as much as I like the idea, I think I would love the movie as well
no matter how sad it could make me
so good luck guys.. semoga film nya sukses

My Life, My Love dan My journey 10:15 am

suatu ketika
di tengah hidup yang biasa saja
cinta menuliskan cerita dongeng nya

hari yang panas dan gerah
aku memainkan gitar
kamu menyanyikan lagu nya

bunyi gitar ku sumbang
suara mu cempreng
gak ada bagus-bagusnya

tapi tetap terdengar indah
karena ada cinta
antara kita

biarlah orang berkata apa
karena cint…

bletak…!! woi! lalok se karajo! bantuak wa’ang lai bul bul.. tangah hari malayang-layang juo pangana.
karajo banyak tu ha..