Dan katakanlah (hai Muhammad), “Hendaklah kamu bekerja! Allah, RasulNya dan orang mukmin akan melihat (hasil) kerjamu (itu). Nanti kamu akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang lahir, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang kamu kerjakan.” (At Taubah 105)

[crap]
Karatau madang di hulu babuah babungo alun, marantau bujang dahulu dek di rumah paguno alun.
(Keratau medang di hulu berbuah berbunga belum, merantau bujang dahulu karena di rumah belum berguna)
Begitu kata orang minang, berharap anak-anak nya bisa jadi khalifah di bumi. Menjadi orang yang lebih baik selaras dengan menjadikan dunia yang ditinggali nya menjadi lebih baik juga.
Bertahun-tahun gw ninggalin rumah gua kira gua udah bisa berguna. Well, let’s see. Walopun gua udah gak nungguin kiriman dari bapak gua lagi, tapi gua bisa apa? Nothing. Gua cuma bisa ngoceh nyumpahin orang2 tiap kali denger berita orang-orang demo, kerusuhan, korupsi, Punjabi bersaudara merusak lewat sinetron, anggota DPR plintat plintut, dan segala macam berita (buruk) lain yang semua nya dengan datar ditulis di detik.com

Renungan malam gua kali ini membawa gua mengingat seorang kawan yang melakukan jihad dengan cara nya. Jihad bagi dia adalah bekerja dengan baik dan tidak meninggalkan kewajiban kepada Tuhan dan keluarga nya.
Bukan jihad dengan pukul-pukulan, bawa bambu, teriak2 mengkafirkan orang merasa paling suci dan benar, lengkap dengan jenggot dan kostum gamis.
Well he is one of the best in telecommunication world now whilst still be able to spend some of his time di forum2 dan khutbah jumat dengan bacaan yang fasih dan pengetahuan Quran dan hadis sahih. Pembicaraan dengan dia selalu menarik sehingga gua yakin kalau dia jadi khatib jumatan gua yakin gak akan tidur.

Senang rasanya punya orang yang bisa kita look up to, orang dengan karir cemerlang juga dengan kehidupan pribadi yang mantap. Well everbody has their own problem so does him. Tapi se tidak nya dia bisa jadi orang yang berguna di bidang pekerjaan dia.

Karena itu penulis berwasiat kepada diri penulis sendiri untuk segera bekerja dengan sebenar2 bekerja supaya tak menjadi lontong sayur, basi, lalu jadi sampah.
[/crap]