Kata orang di Indonesia sekarang lagi perang.
Perang nya perang tarif.
Walau tanpa peluru, tapi tetap saja akan membunuh banyak orang. Termasuk saya yang terlibat langsung dalam bisnis telekomunikasi ini ![]()
Dan juga walopun katanya perang tarif ini pada akhirnya yang untung tetap konsumen, tapi tetap saja rasanya ada yang tak tepat.
Saya khawatir dengan masa depan telekomunikasi Indonesia (masa depan saya juga).
Kalau begini terus bisa-bisa bisnis telekomunikasi bukan lagi menjadi bisnis primadona, orang-orang gak mau investasi di sini.
Menurut BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) tarif seluler saat ini adalah promosi dan gimmick marketing, belum merupakan tarif tetap.
BRTI akan melihat dan memantau tarif seluler apakah akan turun setelah pemberlakuan skema tarif interkoneksi oleh pemerintah pada 1 April mendatang.
Mari kita nantikan tanggal 1 April ini. Moga2 aja gak ada april mop.
Satu hal yang saya sadari dari perang tarif ini adalah semuanya untuk pelanggan prabayar. Dan juga lebih banyak untuk menarik pelanggan baru. Lalu apa kabar pengguna pascabayar seperti saya.
Hello operator, kamu masih sayang aku?
Ah ternyata kamu gitu. Mentang-mentang kita sudah lama, kamu mau cari yang baru lagi. Tak tahukah kamu betapa aku setia pada mu? Tak cukupkah 6 tahun kebersamaan kita?
Kalau begini terus aku juga mau selingkuh saja…