My life lately…
:-(
I want to go home,
but where is home?
I have had enough of this lonelyplanet.
I am pretty much screwed up.
*sigh
Hi Pete, you were right about those fcuking locals
My life lately…
:-(
I want to go home,
but where is home?
I have had enough of this lonelyplanet.
I am pretty much screwed up.
*sigh
Hi Pete, you were right about those fcuking locals
Kata orang di Indonesia sekarang lagi perang.
Perang nya perang tarif.
Walau tanpa peluru, tapi tetap saja akan membunuh banyak orang. Termasuk saya yang terlibat langsung dalam bisnis telekomunikasi ini ![]()
Dan juga walopun katanya perang tarif ini pada akhirnya yang untung tetap konsumen, tapi tetap saja rasanya ada yang tak tepat.
Saya khawatir dengan masa depan telekomunikasi Indonesia (masa depan saya juga).
Kalau begini terus bisa-bisa bisnis telekomunikasi bukan lagi menjadi bisnis primadona, orang-orang gak mau investasi di sini.
Menurut BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) tarif seluler saat ini adalah promosi dan gimmick marketing, belum merupakan tarif tetap.
BRTI akan melihat dan memantau tarif seluler apakah akan turun setelah pemberlakuan skema tarif interkoneksi oleh pemerintah pada 1 April mendatang.
Mari kita nantikan tanggal 1 April ini. Moga2 aja gak ada april mop.
Satu hal yang saya sadari dari perang tarif ini adalah semuanya untuk pelanggan prabayar. Dan juga lebih banyak untuk menarik pelanggan baru. Lalu apa kabar pengguna pascabayar seperti saya.
Hello operator, kamu masih sayang aku?
Ah ternyata kamu gitu. Mentang-mentang kita sudah lama, kamu mau cari yang baru lagi. Tak tahukah kamu betapa aku setia pada mu? Tak cukupkah 6 tahun kebersamaan kita?
Kalau begini terus aku juga mau selingkuh saja…
Are you smarter than a 5th grader?
Hi, I have new favourite TV show!
The truth is: I can not answer some questions.
Ahaha.. Funny
But I think some of the questions might not fit to 1st-5th grade question. It is more like general things.
And for sure, it’s ok to forget some random trivia in life.
When someone goes to college to be an Electrical Engineer do you think they are dumb because they don’t remember some random factoid about history? Of course not!
Review: Travels, Michael Crichton
Michael Crichton terkenal karena buku fiction, e.g. Jurassic Park, The Terminal Man, The Lost World, TImeline, etc.
Tapi buku nya yang ini bukan fiction, lebih semacam otobiografi. Catatan perjalan hidup nya dan halhal yang terjadi dalam hidup nya.

Pada bagian awal Michael menceritakan tentang masa sekolah di Medical School. Juga tentang kenapa dia keluar dari dunia kedokteran.
Lucu, penuh kenangan, berdarahdarah, dalam sudut pandangan dia. Bagian ini juga membuat saya terkenangkenang lagi dengan masa sekolah saya yang berlalu belum terlalu lama. Kangen euy!
Keluar dari Med School mungkin diaggap bego, gila. Atau paling buruk dianggap cemen, gak mampu bersaing. Med school nya salah satu yang terbaik di dunia: Harvard, tapi itu bukan yang dia ingin lakukan dalam hidup. Dia tak peduli apa kata orang (bukan dengan nada sombong, setelah dia sukses di Hollywood dengan buku, script dan film nya)
Untung lah ternyata dia keluar dari Medical School nya, kalau tidak belum tentu saya bisa punya buku seperti ini, dan belum tentu ada Jurassic Park =D
Lalu bagian kedua buku ini tak kalah seru. Tentang bagaimana dia memulai petualangan nya. Setelah SEMUA yang didapatnya dalam hidup, pertanyaannya adalah selanjutnya apa?
Tema umum, pencarian jati diri. Hampir semua orang menjalaninya, tapi tentu saja dari titik awal dan sudut pandang yang berbeda.
Dalam buku ini, bagi Michael Crichton titik awal nya saat itu adalah saat dia memutuskan untuk bertualang.
Dimulai lah cerita petualangan nya ke berbagai belahan dunia. Mendaki Kilimanjaro, ketemu gajah ngamuk di Malaysia, menyelam di Carribean, dan lain2. Walaupun dalam beberapa cerita seperti nya sudah tidak terlalu relevan lagi dengan tahun sekarang, (perjalannya terjadi tahun 1971-1986), ada beberapa tempat yang dia ceritakan di buku saya coba kunjungin ternyata sudah berubah, tapi yang terpenting dari cerita nya adalah tentang “Journey to his inner self “.
Saya suka gaya menulisnya dengan banyak humor yang self-deprecating (mengutuk diri sendiri). Seperti monolog dengan diri sendiri, yang saya lakukan 100 juta kali sehari, mungkin.
In conclusion, buku ini cukup membantu saya yang sedang berusaha menjadi open-minded pragmatist daripada sceptic.
Great writer, great story, good to know who he is.