Sahaya punya banyak uang logam, atau koin, atau recehan.
Dari yang paling besar pecahan Rp 1000 sampai yang paling kecil Rp 25 sahaya punya. Sahaya kira gak banyak orang yang punya pecahan Rp 25 sekarang ini.

Uang-uang tersebut biasanya sahaya dapet dari:
- kembalian jajan di Hero PIM
- kembalian belanja di Carefour lebak bulus
- kembalian jajan di Gramedia PIM
- kembalian jajan sarapan pagi di bedeng
- kembalian makan siang di kantin supir Basement 2 PIM 2
- kembalian jajan sore di Starmart basement kantor
- kembalian makan malam di chinese food simpang Radio dalam
- kembalian makan di warteg andalan
- kembalian jajan bengbeng, choki2, dll dari warung depan rumah
- kembalian naek metro mini, kopaja, angkot
- kembalian dari belanja di tempat2 lain

Jadi, semuanya dari “kembalian”.
Tapi lihatlah jumlahnya.
Ketika sahaya pindahkan koin2 tersebut ke timbangan berat badan, jarum menunjuk angka 3. Memang sih timbangan badan seperti di gambar punya ketelitian yang tak terlalu baik.
Tapi bayangkan ada kumpulan uang logam bisa menggeser jarum timbangan badan!

Uang ini terus bertambah hampir setiap hari. Laju pertambahan uang ini dari sumber yang disebut di atas jauh diatas laju pengurangan:
- beli Bengbeng di warung depan
- beli Taro di warung depan
- beli choki2 di warung depan
- beli Gery salut coklat di warung depan
- beli shampo sachet di warung depan
- beli barang lain2 di warung depan
- Hermana nginep di kos terus minta ongkos pulang
- Ikhsan nginep di rumah trus minta ongkos metro mini
- Agus nginep di rumah terus minta ongkos metro mini
- Teman2 lain nginep di rumah terus minta receh untuk ongkos pulang
- Si xxx minta di kerok pake koin (koinnya mending dibuang abis kerok daripada disimpan lagi, soalnya yang dikerok bukan jadi merah, tapi jadi putih, daki nya keangkat semua)

Tapi coba perhatikan, kas pengeluaran di atas juga bisa juga jadi kas pemasukan untuk uang logam sahaya. Contohnya:
- beli bengbeng di warung depan Rp 1200, saat beli cuma ada 3 receh Rp 500, kembalian 3 koin Rp 100.
- Hermana dateng ke kos bawa receh kembalian metro mini ditaruh di tempat koin.
Jadinya koin sahaya sepertinya semakin bertambah tiap hari.

Sahaya bingung mau diapakan ini uang.
Beberapa hal yang sempat terpikirkan:
1. koin2 ini susah dibawa, (baca: malu bawa nya), kalau dikantongin gemerincing, ngilangin harga diri, ganteng2 kok recehan. ahaha.
2. mau disumbangkan, tapi malu sama Tuhan, mau nyumbang kok recehan, nanti dikasih pahala juga cuma recehan sama Tuhan.
3. mau dituker ama abang2 metro mini. tapi kembali ke hal no 1.

Dah ah!