Australian Open udah mulai satu minggu terakhir ini. Dan karena waktu di Melbourne lebih cepat 4 jam daripada waktu di Jakarta jadinya sahaya masih ada waktu untuk pulang cepat2 dari kantor trus nonton di Star Sport. Hoho… bahkan sejak dari kantor sahaya sudah cekcek nanti siapa yang main.

Sejauh ini yang paling berkesan adalah pertandingan antara Roddick vs Kohlschreiber (pemain gak terkenal dari jerman tapi kok jago ya!?). Pertandingannya lima set, dan Roddick yang dulu pernah jadi pemain paporit sahaya kalah… ah.

Tennis emang bukan masalah siapa yang bisa mukul kenceng. Yang kenceng belum tentu menang. Perlu ketenangan jiwa dan konsentrasi untuk tetap bisa mengkontrol jalannya pertandingan.
Kemarin itu si Kohlsrei-siapagitu emang lagi bagus dan Roddick walopun cukup bagus tapi kalah konsisten ama si lawannya. Kenapa ya si Roddick makin bego? Kasian juga uy, mantan no 1 dunia gak pernah juara lagi. Ntar deh jadi juara di US Open aja ya, mau dibilang jago kandang juga gapapa.

Dan kemarin ada juga pertandingan Federer vs Tipsarevic. Pertandingannya seru, lima set juga, dan Federer akhirnya menang setelah hampir lima jam bertanding.

Yang menarik dari pertandingan para gentlemen ini adalah: dua-dua nya punya sikap yang positif di lapangan, gak pernah protes2 yang mengganggu lawan atau wasit, atau juga bilang sorry kalau bola ternyata kena net tapi malah masuk. Hal2 ini memang wajar terjadi dalam satu pertandingan, tapi mereka berdua terlihat sangat saling menghargai. Keduanya punya kedewasaan emosi yang terlihat dari ketenangan mereka di lapangan.

Federer menang bukan kebetulan. Di level tennis dunia seperti mereka dengan skill tennis yang gak jauh2 beda, konsistensi dan sikap mental juara adalah yang paling penting untuk menang. Federer emang no 1.

Kalo pertandingan bagian cewek, sejauh ini yang paling keren Chakvetadze vs Kirilenko. Cantik vs cantik siapa sih yang gak betah nontonnya. Ahaha…

Semoga Australian Open tahun 2009 depan saya bisa ikutan.
Bukan ikutan tanding, tapi ikutan nonton langsung. haha. Gimana mau ikut tanding, lah-wong lawan bapak2 di kantor saja sahaya masih kalah.

Jadi kesimpulan tulisan ini adalah: bakat doang gak cukup, attitude and confidence is the key to success.