Brian

My Life, My Love dan My journey26 November 2007 11:15 am

Setelah dibaca-baca lagi…
Sorry ya bahasa sahaya yang di postingan di bawah. Lagi esmosi berat sama NEWSLINKsmc

Tapi hari ini lebih esmosi lagih karena ternyata ya ada gituh orang yang hypocrite sangat…
dah ah!!

My Life, My Love dan My journey19 November 2007 1:28 am

I have some people I admire in this life. I mean living people, not the people I know just by story and history.
And I met one of them last weekend.
She is very friendly, easy to laugh, and very fun to be with. I love to see how she enjoy her life.
She dedicated her life to something greater than herself. Don’t even think about great things, revolusionary idea, or something like that. What she’s been doing is just a small thing, but really can make this world better.
And she is so humble that I am sure she doesn’t like me writing about her

Then I just realize, what really sad is that people who are the most hardworking, care about people and environment, and have the ability to make this world better don’t have the ambition and ego to be a leader.
They just enjoy helping others and they don’t care their name never coming on the media.
Fcuk superficial rewards.
Fcuk politician.

My Life, My Love dan My journey4 November 2007 4:40 pm

Kepada yang menelepon sahaya hari Sabtu 3 November 2007 kemarin, maafkan sahaya…

Begini ceritanya
Sahaya bersekolah pindah-pindah sejak kecil. Karena itu sahaya tak punya teman yang besar di lingkungan yang sama. Apalagi puppy love yang berkelanjutan sampai sekarang, lalu kita hidup bahagia ever after, seperti di pelem2 gituh. haha. Tak ada…
Tapi karena pindah2 itu gua punya teman agak banyak. I am grateful for that.
Lalu masalah timbul karena otak gua yang kecil, gua gak bisa menghapal semua teman2 gua.
Pembicaraan seperti ini pernah terjadi:
Teman: “Eh Bul, apa kabar lu? Lama gak jumpa ya?! Gimana kerjaan lu?”
Sahaya: (rada bingung) “Oh, hai. Baek2. Apa kabar juga lu? Kerjaan gimana?”
T: (dahi bekernyit, mata mendelik intimidatif) “Kerja??? Lu lupa ya ama gua?!”
S: “Wah sori2.. tapi gua bener2 lupa”
T: “Anjirr… parah lu lupa ama gua. Sombong banget sih jadi orang”
S: “Iya sori nih..sori lupa gua.. Siapa ya? kita ketemu dimana ya dulu?”
T: “wah gini nih, sombong sekarang…”
Ya gimana cuy, lupa ya lupa. Jadi begitulah pembicaraan selanjutnya sampai gua harus pergi. Dia tetap bersikeras gua itu sombong sampai melupakan dia dan gua tetap bertanya dia siapa karena ya gua emang gak ingat. Sampai sekarang gua gak tau siapa anda hai misterious man. Situ gak ngasi tau sih. So siapa yang sombong?! Sori ya misterious-man, saya memang tak ingat siapa anda. Maafkan sahaya.

Hal yang sama terjadi sabtu kemarin. Telp gua berbunyi
Gua: “Halo”
Teman: “Halo apa kabar?”
G: “Eh hai. Baek2. Ini siapa ya?”
T: “Wah, tuh kan gak disave nomer gua..!”
G: “Oh sori2. Gak ada display nomer nya…”
T: “Wah gini nih sekarang sombong banget”
G: “Iya sori2… Ini siapa ya?”
T: “Ah parah lu, gak inget ama gua”
G: “Iya siapa?”
T: “Tebak lah. Ingat2 lagi dong…”
G: “Mas, saya terima telpon lagi mahal nih, intl roaming. Kalau ada yang penting sms aja ya”
T: “Ah gitu banget sih lo. Tebak dulu dong”
Telpun langsung gua tutup. Ditunggu-tunggu SMS tak datang. Gua mau ngehubungi balik pun tak tau kemana.
Hal ini sering terjadi dan lama-lama bikin pusing juga.
Sori ya buat yang nelpon gua kemarin sabtu. Sori teman.
Entah darimana gua dapat, tapi friendship adalah salah satu value yang gua hargai dalam hidup.

Dah ah…